Memulai Perjalanan Menuju Infrastruktur Hybrid Multicloud

Ini adalah bagian kedua dari seri yang membahas nilai dari infrastruktur hybrid multicloud. Dalam bagian pertama, kami telah membahas definisi dasar serta manfaat beralih dari lingkungan cloud yang terisolasi menuju ekosistem hybrid multicloud yang lebih terpadu—pendekatan modern dalam manajemen cloud. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah awal yang dapat Anda ambil untuk memulai perjalanan menuju hybrid multicloud.

Saat Anda memutuskan untuk beralih ke lingkungan hybrid multicloud yang terpadu, langkah ini mungkin tampak menantang pada awalnya. Selama bertahun-tahun, Anda mungkin telah mengelola berbagai silo operasional di cloud publik, cloud privat, dan bahkan kombinasi keduanya, serta terbiasa dengan berbagai tantangan yang muncul akibat lingkungan yang terpisah ini. Seperti yang telah dibahas dalam bagian pertama, silo-silo ini terbentuk selama periode waktu yang panjang ketika konsep cloud publik dan migrasi pusat data ke cloud privat masih baru dan berkembang. Pada saat itu, alat untuk menyatukan seluruh lingkungan TI Anda bahkan belum tersedia.

Kini, alat, platform, dan mitra yang diperlukan—yang kita sebut sebagai ekosistem—telah tersedia, dan perjalanan dari multi-cloud menuju hybrid multicloud tidak harus sesulit yang dibayangkan. Artikel ini akan membahas enam langkah utama yang dapat membantu organisasi Anda membangun lingkungan hybrid multicloud yang ideal untuk menjalankan aplikasi modern. Meskipun bukan perubahan yang dapat dilakukan dalam semalam, dengan strategi dan pendekatan yang tepat, tujuan ini sangat mungkin dicapai.

Langkah 1: Pahami Lanskap TI dan Beban Kerja yang Ada

Sebelum membuat perubahan infrastruktur apa pun, penting untuk memiliki pemahaman yang jelas dan menyeluruh tentang infrastruktur TI yang ada, termasuk setiap silo yang terbentuk serta beban kerja bisnis yang berjalan di dalamnya. Ini mencakup tidak hanya beban kerja resmi yang telah disetujui, tetapi juga shadow IT—sistem TI yang tidak terdaftar secara resmi atau tidak dikelola oleh tim IT tetapi digunakan oleh berbagai tim atau departemen dalam organisasi.

Pastikan semua karyawan diberi kesempatan untuk mengungkapkan semua lingkungan TI mereka, termasuk yang tidak disetujui sebelumnya, tanpa takut mendapat sanksi. Fokus utama adalah mendapatkan gambaran menyeluruh, bukan mencari kesalahan masa lalu.

Pemetaan menyeluruh terhadap berbagai lingkungan cloud yang digunakan (publik, privat, dan on-prem) sangat penting. Jangan terburu-buru dalam proses ini, karena kesalahan dalam identifikasi dapat menyebabkan keputusan yang kurang tepat di tahap selanjutnya.

Langkah 2: Identifikasi Alat dan Teknologi yang Digunakan di Setiap Silo

Setelah melakukan pemetaan terhadap lingkungan cloud yang ada, langkah selanjutnya adalah memahami alat dan teknologi yang digunakan di setiap silo. Mungkin Anda akan menemukan bahwa tim yang bekerja di platform cloud yang sama, seperti AWS, ternyata menggunakan alat atau platform manajemen yang berbeda.

Misalnya, satu departemen mungkin menggunakan alat otomatisasi bawaan AWS, sementara departemen lain menggunakan alat pihak ketiga untuk tujuan yang sama. Mengetahui perbedaan ini akan membantu dalam menentukan pendekatan terbaik untuk standarisasi alat dan alur kerja di seluruh organisasi.

Langkah 3: Standarisasi Lingkungan, Alat, dan Teknologi

Setelah memiliki gambaran yang jelas mengenai lingkungan cloud dan alat yang digunakan, langkah berikutnya adalah memutuskan standar yang akan diterapkan ke depan. Ini mungkin menjadi langkah yang cukup menantang karena akan ada keputusan untuk memilih satu alat dibandingkan alat lainnya—yang berarti perubahan bagi sebagian atau bahkan seluruh tim.

Banyak organisasi menghadapi dilema antara pendekatan greenfield atau brownfield. Greenfield berarti memulai dari awal dengan alat dan teknologi baru, sedangkan brownfield melibatkan adaptasi terhadap alat dan platform yang sudah ada. Meskipun pendekatan brownfield dapat mengurangi resistensi terhadap perubahan, pendekatan greenfield sering kali lebih efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih seragam dan terstandarisasi dengan lebih cepat.

Dalam tahap ini, manajemen perubahan organisasi sangat penting. Kepemimpinan perlu sepenuhnya mendukung perubahan ini, dan strategi komunikasi internal yang efektif harus digunakan untuk meyakinkan semua pihak bahwa perubahan ini akan memberikan manfaat bagi seluruh organisasi.

Langkah 4: Evaluasi Hubungan dengan Vendor dan Komitmen yang Ada

Sebelum membuat keputusan tentang vendor dan platform mana yang akan digunakan ke depan, evaluasi kembali semua kontrak yang telah disepakati dengan penyedia layanan cloud saat ini. Banyak organisasi memiliki perjanjian multi-tahun dengan vendor tertentu. Meskipun penting untuk mempertimbangkan investasi yang telah dilakukan, jangan biarkan komitmen masa lalu menghambat kemajuan menuju hybrid multicloud.

Fokus utama adalah masa depan—identifikasi solusi dan vendor yang benar-benar dapat membantu mencapai tujuan hybrid multicloud dalam jangka panjang.

Langkah 5: Sederhanakan Lingkungan dan Teknologi yang Digunakan

Beralih dari puluhan silo lingkungan cloud ke sistem yang lebih terstandarisasi memerlukan pendekatan bertahap. Mulailah dengan mengonsolidasikan lingkungan dan alat yang paling penting terlebih dahulu, lalu secara perlahan mengurangi jumlahnya.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kompleksitas dan biaya, serta memastikan bahwa lingkungan hybrid multicloud yang dibangun dapat mendukung semua beban kerja bisnis dengan lebih efisien.

Langkah 6: Terapkan Strategi Cloud-Agnostic

Di masa depan, strategi cloud-agnostic sangat penting untuk memastikan fleksibilitas dan kelincahan dalam pengelolaan cloud. Pendekatan ini memungkinkan organisasi untuk memindahkan beban kerja dan aplikasi di antara berbagai penyedia cloud berdasarkan performa, biaya, dan kebutuhan teknologi spesifik tanpa terikat pada satu vendor tertentu.

Pengembang dalam organisasi juga harus mengadopsi pendekatan cloud-agnostic dalam merancang aplikasi, sehingga jika organisasi perlu berpindah ke penyedia cloud lain di masa depan, transisi dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu operasional.

Beberapa penyedia cloud mungkin menawarkan penawaran menarik seperti layanan gratis atau diskon besar untuk menarik bisnis Anda. Namun, berhati-hatilah terhadap insentif semacam ini jika hal tersebut justru mengunci organisasi Anda ke dalam ekosistem vendor tertentu dan menghambat fleksibilitas dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Satu-satunya kepastian dalam dunia IT adalah perubahan, dan cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan fleksibilitas luar biasa. Dengan membuat investasi strategis sekarang, organisasi dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Tetap ikuti seri ini untuk bagian selanjutnya, di mana kami akan membahas manfaat hybrid multicloud bagi setiap level dalam organisasi—mulai dari individu hingga kepemimpinan senior.

Jika Anda tertarik lebih lanjut atau memiliki pertanyaan mengenai Nutanix, menghubungi nutanix.ilogoindonesia.id adalah langkah yang tepat untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang produk dan solusi mereka. Apalagi, dukungan dari PT. iLogo Infralogy Indonesia tentu akan sangat membantu dalam memahami dan memaksimalkan potensi solusi HCI ini untuk transformasi digital perusahaan.

Apakah ada fitur tertentu dari Nutanix HCI yang Anda ingin ketahui lebih lanjut?