Seiring dengan semakin umumnya penggunaan lingkungan hybrid dan multicloud dalam infrastruktur TI perusahaan, Chief Information Security Officer (CISO) menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mengelola risiko keamanan siber. Meskipun arsitektur ini memberikan fleksibilitas dan kelincahan, mereka juga menambahkan lapisan kompleksitas yang tidak dapat ditangani dengan efektif oleh model keamanan tradisional.
Saat ini, 94% perusahaan melaporkan telah menggunakan layanan cloud, 92% memiliki strategi multicloud, dan 93% menyebut keamanan cloud sebagai perhatian utama mereka. Para pelaku ancaman pun menyadarinya. Lingkungan hybrid—yang mencakup cloud publik, cloud privat, dan pusat data lokal—menjadi target utama karena aksesnya ke sistem kritis, data sensitif, dan kredensial administratif.
Model keamanan berbasis perimeter tradisional tidak lagi memadai di lingkungan yang dinamis ini. Dengan aplikasi dan data yang terus berpindah antar platform, tantangan utamanya jelas: CISO membutuhkan alat dan strategi modern untuk menjaga visibilitas, menegakkan kebijakan yang konsisten, dan merespons ancaman dengan cepat—di mana pun ancaman itu muncul.
Tantangan Keamanan Baru dalam Lingkungan Cloud Hybrid
CISO kini harus mengamankan beban kerja yang tersebar di berbagai infrastruktur, masing-masing dengan keterbatasan unik. Tantangan utama yang dihadapi meliputi:
- Visibilitas terbatas terhadap lalu lintas east-west, terutama di lingkungan privat dan virtualisasi di mana firewall fisik tradisional sulit atau tidak dapat diterapkan.
- Penegakan kebijakan yang tidak konsisten di berbagai penyedia cloud akibat perbedaan alat keamanan bawaan, yang menyebabkan manajemen menjadi terfragmentasi dan berisiko terjadi celah keamanan.
- Kurangnya otomatisasi dalam penyediaan keamanan jaringan, sehingga menyulitkan untuk mengikuti kecepatan penyebaran dan peningkatan aplikasi modern.
- Perbedaan budaya dengan pengembang aplikasi cloud, yang seringkali lebih mengutamakan kecepatan dan inovasi dibanding praktik terbaik keamanan.
Masalah-masalah ini menyulitkan penerapan kerangka keamanan modern seperti zero trust atau microsegmentation. Setiap platform cloud publik menyediakan firewall dan kontrol bawaannya sendiri—dengan kemampuan, antarmuka, dan aturan yang berbeda—sehingga pengelolaan kebijakan secara terpadu menjadi semakin rumit.
Solusi dari Nutanix dan Palo Alto Networks
Untuk mengatasi tantangan ini, Nutanix dan Palo Alto Networks menjalin kemitraan strategis guna menghadirkan solusi keamanan jaringan cloud yang terintegrasi dan siap digunakan di lingkungan hybrid.
Inti dari kolaborasi ini adalah Flow Virtual Networking dari Nutanix dan VM-Series Virtual Next-Generation Firewalls dari Palo Alto Networks. Bersama-sama, mereka menyediakan segmentasi jaringan berbasis kebijakan yang aman dalam lingkungan Nutanix serta di seluruh infrastruktur hybrid dan multicloud.
Melalui platform virtualisasi Nutanix AHV, pelanggan dapat mengimplementasikan firewall Palo Alto Networks langsung ke dalam lingkungan virtual private cloud (VPC) mereka, memberikan perlindungan yang konsisten dan dapat diskalakan tepat di lokasi aplikasi berada. Ini memungkinkan tim keamanan memantau dan mengendalikan lalu lintas antar workload secara presisi—tanpa mengorbankan performa atau kelincahan.
Mengaktifkan Zero Trust di Seluruh Cloud
Zero trust telah menjadi dasar dari arsitektur keamanan modern, dan VM-Series merupakan alat yang efektif untuk menerapkannya di lingkungan cloud hybrid.
Firewall virtual ini menegakkan prinsip akses minimal (least privilege access), secara berkelanjutan memverifikasi pengguna dan perangkat, serta menerapkan inspeksi lalu lintas secara mendalam menggunakan pembelajaran mesin (ML) untuk mendeteksi dan memblokir ancaman canggih, termasuk zero-day exploits.
Diterapkan dalam CI/CD pipeline menggunakan kerangka kebijakan berbasis tag, VM-Series mendukung microsegmentation yang gesit dan provisioning otomatis yang lebih mudah. Dengan manajemen terpusat melalui Panorama®, tim keamanan mendapatkan visibilitas dan kontrol kebijakan terpadu di semua lingkungan—mulai dari cloud privat hingga AWS, Azure, dan lainnya.
Manfaat Strategis untuk CISO
Solusi gabungan dari Nutanix dan Palo Alto Networks menghadirkan visibilitas, kontrol, dan skalabilitas yang dibutuhkan untuk menerapkan keamanan yang efektif dalam arsitektur hybrid yang kompleks. Manfaat utamanya meliputi:
- Penegakan kebijakan yang konsisten di seluruh cloud publik, privat, dan on-premise.
- Implementasi zero trust yang disederhanakan untuk perlindungan data dan pencegahan ancaman yang lebih baik.
- Penerapan dan otomatisasi yang lebih cepat melalui integrasi dengan pipeline DevOps.
- Pengurangan kompleksitas dengan mengeliminasi alat keamanan yang tersebar dan antarmuka manajemen yang terfragmentasi.
Bagi CISO, pendekatan terintegrasi ini memungkinkan pengelolaan risiko yang proaktif tanpa mengorbankan kecepatan dan skalabilitas dari arsitektur cloud modern.
Langkah Selanjutnya
Temukan bagaimana Nutanix dan Palo Alto Networks dapat menyederhanakan keamanan cloud hybrid Anda:
- Baca solution brief tentang Flow Virtual Networking dan VM-Series Firewall.
- Jelajahi infografik kami tentang keamanan lingkungan hybrid dan multicloud.
- Pelajari integrasi terbaru kami dengan PAN-OS SD-WAN, Nutanix AHV, dan Nutanix Cluster di AWS.
Bersama-sama, kami membantu organisasi memodernisasi keamanan untuk era cloud hybrid—dengan penuh percaya diri.
Jika Anda ingin versi ini disesuaikan untuk audiens teknis, manajerial, atau untuk blog korporat resmi, beri tahu saya.
Jika Anda tertarik lebih lanjut atau memiliki pertanyaan mengenai Nutanix, menghubungi Nutanix Indonesia adalah langkah yang tepat untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang produk dan solusi mereka. Apalagi, dukungan dari PT. iLogo Infralogy Indonesia tentu akan sangat membantu dalam memahami dan memaksimalkan potensi solusi HCI ini untuk transformasi digital perusahaan.
Apakah ada fitur tertentu dari Nutanix HCI yang Anda ingin ketahui lebih lanjut?
